- Advertisement -spot_img
BerandaEKONOMIWajib Vaksin Masuk Mal, Kemendag Tegaskan Bantu Bangkitkan Usaha Pedagang

Wajib Vaksin Masuk Mal, Kemendag Tegaskan Bantu Bangkitkan Usaha Pedagang

- Advertisement -spot_img

indoposnews.id-Kementerian Perdagangan menegaskan syarat wajib vaksin dan penerapan protokol kesehatan bagi para pengunjung serta pegawai dan pedagang di pusat perbelanjaan dan mal dalam masa uji coba pembukaan pusat perbelanjaan dan mal yang berlangsung pada 10–16 Agustus 2021. Upaya ini dilakukan untuk menyelamatkan pelaku usaha perdagangan di pusat perbelanjaan dan mal agar bisa kembali berjualan dan tetap bisa mengendalikan penyebaran Covid-19.

Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke
Nurwan dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta Rabu (11/8).
“Kementerian Perdagangan telah menetapkan syarat wajib vaksin bagi para pengunjung dan
pegawai serta pedagang yang terlibat dalam operasional pusat perbelanjaan dan mal. Vaksinasi
syarat wajib yang harus dipenuhi dengan data yang terintegrasi dalam aplikasi PeduliLindungi,”
tegas Oke.
Bagi yang belum mendapatkan vaksinasi karena alasan kesehatan, pengunjung dapat
menunjukkan hasil negatif tes swab antigen atau PCR. “Pengunjung mal yang belum atau tidak
bisa mendapatkan vaksinasi karena alasan kesehatan atau penyintas Covid-19 wajib menunjukkan
surat keterangan dari dokter atas kondisi tersebut, bukti tes antigen hasil negatif (maks 1×24 jam)
atau tes PCR hasil negatif (maks 2×24 jam) beserta KTP. Hasil tes antigen atau PCR juga harus
dilengkapi dengan kode quick response (QR) untuk mempermudah pengecekan,” ungkap Oke.
Jadi, tegas Oke, syarat wajib vaksin tidak dapat digantikan oleh hasil negatif tes swab antigen atau
PCR. Hasil negatif antigen atau PCR hanya diperuntukkan bagi pengunjung yang belum bisa
melakukan vaksin karena alasan kesehatan. Menurutnya, semua syarat ini diwajibkan semata-
mata untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.
Selain itu, Oke menekankan kembali agar pengunjung mengunduh dan menggunakan aplikasi
PeduliLindungi. “Aplikasi PeduliLindungi ini akan membantu proses pemantauan pergerakan
pengunjung dan karyawan di pusat perbelanjaan,” imbuhnya.
Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan dan mal dilakukan Pemerintah bekerja sama dengan
Asosiasi Pengelola Pusat Berlanjaan Indonesia (APPBI). Uji coba ini diterapkan di 138 pusat
perbelanjaan dan mal di empat kota di Indonesia, yaitu DKI Jakarta sebanyak 85 mal, Bandung 23
mal, Semarang 6 mal, dan Surabaya 24 mal.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Harus Baca
- Advertisement -spot_img
Artikel terkait
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini