- Advertisement -spot_img
BerandaEKONOMITransisi ke Energi Baru Terbarukan, Industri Dalam Negeri Jangan Hanya Jadi Penonton

Transisi ke Energi Baru Terbarukan, Industri Dalam Negeri Jangan Hanya Jadi Penonton

- Advertisement -spot_img

indoposnews.id-Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) terus digalakkan. Misalnya untuk listrik tenaga surya, air dan sebagainya. Penggunaan energi fosil pun mulai dikurangi.

Industri dalam negeri pun diharapkan ikut berkontribusi dalam pemanfaatan dan pembangunan pembangkit EBT. Tentunya dengan produk yang kompetitif dan berkualitas. Jangan hanya menjadi penonton. Apalagi aturan untuk penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sudah ada.

Itulah yang mengemuka dalam Webinar ruang energi bertema Kemandirian industri dan EBT, yang digelar secara virtual, Rabu (29/12/2021).

Sementara itu, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, Kementerian Perindustrian, Herman Supriadi mengatakan sektor industri memerlukan ketersediaan listrik yang terjangkau. Pihaknya sangat membuka masukan untuk memaksimalkan pemanfaatan TKDN dalam pembangunan EBT.

“Pemerintah terus mendukung implementasi TKDN dan terus menyempurnakan peraturan yang ada tentunya, untuk lebih mengefektifkan dan lebih mengimplementasikan penggunaan produk dalam negeri. Kami juga sangat terbuka pada setiap masukan-masukan untuk lebih menguatkan aturan TKDN,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan ada sejumlah dampak positif peningkatan TKDN.

Yakni meningkatkan kemandirian pengelolaan energi. Meningkatkan penciptaan lapangan kerja. Meningkatkan kemampuan penelitian, pengembangan dan penerapan.

Meningkatkan peranan industri penunjang ketenagalistrikan dalam negeri. Serta Meningkatkan perekonomian daerah dan juga nasional.

“Mari kita dukung inovasi dan industri dalam negeri. Tidak bisa kita sendiri,” ujarnya.

Mamit juga menekankan, terkait dengan harga diharapkan PLN tidak hanya bicara menekankan cost operasional dalam menggunakan produk dalam negeri.

“Industri penunjang harus meningkatkan kualitas produk mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Anang Yahmadi, EVP Perencanaan dan Enjineering Konstruksi PT PLN mengatakan, PLN berkomitmen dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dilakukan dengan mengutamakan penggunaan industri dalam negeri (TKDN) sesuai dengan regulasi.

“Perlu upaya dan sinergi bersama untuk mewujudkan kemandirian bangsa dengan pemberdayaan industri lokal/TKDN dalam pengembangan EBT. Diperlukan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Edi Suranto dari PT Surveyor Indonesia mendukung implementasi EBT. Kita bahkan bisa membentuk ekosistemnya

“Kita bisa jadi tuan rumah dalam industri EBT,” ujarnya optimistis.

Sementara itu, Linus Andor Maulana, Direktur Strategis Bisnis dan Portofolio PT LEN Industri mengatakan juga optimistis industri dapat berperan dalam EBT.

“Peraturan sudah mendukung, tinggal konsistensi kita saja,” ujarnya. (dri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Harus Baca
- Advertisement -spot_img
Artikel terkait
- Advertisement -spot_img