- Advertisement -spot_img
BerandaJAKARTA RAYAMuseum Nasional Kebakaran, Koleksi 140 Ribu Benda

Museum Nasional Kebakaran, Koleksi 140 Ribu Benda

- Advertisement -spot_img

 

foto:dok_museum nasional

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak delapan unit mobil pemadam untuk memadamkan kobaran api di Museum Nasional atau juga dikenal Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka Barat, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Asril Rizal mengatakan, informasi kejadian kebakaran diterima sekitar pukul 20.00 WIB.

“Usai menerima laporan kami langsung bergerak ke lokasi. Saat petugas tiba api sudah membesar dan membakar bagian Gedung A Museum Gajah,” ujarnya, Sabtu (16/9) malam.

Asril menjelaskan, pada pukul 20.07 WIB, sebanyak delapan unit mobil pemadam dengan kekuatan sebanyak 32 personel sudah berada di lokasi untuk menangani segera kebakaran tersebut.

“Setelah dilakukan penanganan sekitar satu jam api bisa dilokalisir. Kemudian, sekitar pukul 21.00 penanganan kebakaran sudah memasuki tahap pendinginan,” terangnya.

Menurut Asril, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran hingga kerugian yang ditimbulkan.

“Kita tengah fokus melakukan penanganan pemadaman untuk kemudian segera dilakukan penyisiran area terbakar untuk memastikan ada tidaknya korban,” katanya.

 

Koleksi 140 Ribu Benda

Selain itu, dilansir dari laman Museum Nasional memiliki koleksi berbagai benda. Museum Nasional dalam kaitannya dengan warisan budaya adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia.

Serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa Indonesia. Hingga saat ini koleksi yang dikelola berjumlah 140.000 benda.

Eksistensi Museum Nasional diawali dengan berdirinya suatu himpunan yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778. Pada masa itu di Eropa tengah terjadi revolusi intelektual (the Age of Enlightenment) yaitu dimana orang mulai mengembangkan pemikiran-pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan.

Museum Nasional dalam kaitannya dengan warisan budaya adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa Indonesia, Hingga saat ini koleksi yang dikelola berjumlah 140.000 benda.

Pada tahun 1752 di Haarlem, Belanda berdiri De Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen (Perkumpulan Ilmiah Belanda). Hal ini mendorong orang-orang Belanda di Batavia (Indonesia) untuk mendirikan organisasi sejenis.

Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) merupakan lembaga independen yang didirikan untuk tujuan memajukan penetitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, Berta menerbitkan hash penelitian. Lembaga ini mempunyai semboyan “Ten Nutte van het Algemeen” (Untuk Kepentingan Masyarakat Umum).

Salah seorang pendiri lembaga ini, yaitu JCM Radermacher, menyumbangkan sebuah rumah miliknya di Jalan Kalibesar, suatu kawasan perdagangan di Jakarta-Kota. Kecuali itu ia juga menyumbangkan sejumlah koleksi benda budaya dan buku yang amat berguna, sumbangan Radermacher inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya museum dan perpustakaan.

foto:ist

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Harus Baca
- Advertisement -spot_img
Artikel terkait
- Advertisement -spot_img