- Advertisement -spot_img
BerandaNEWSMubes dan Ketua Baru Jadi Momentum Bangkitnya IKST

Mubes dan Ketua Baru Jadi Momentum Bangkitnya IKST

- Advertisement -spot_img

INDOPOS-Warga Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) I Ikatan Keluarga Sulawesi Tengah (IKST) di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9/2022).

Mubes ini diselenggarakan untuk menghidupkan lagi IKST yang vakum sejak 2020.

“IKST ini berdiri sejak 1985, lalu jatuh bangun karena sistem manajemen yang tidak rapih dan karena komunikasi yang tidak lancar. Kita menyelenggarakan Mubes ini dalam rangka menyelaraskan hal itu. Jadi, konsepnya komunikasi dan manajemen. Makanya, orang-orang Sulawesi Tengah terbaik dari yang muda sampai yang senior hadir di sini untuk membicarakan ini,” jelas Budi Ace, salah satu inisiator Mubes I IKST.

Mubes bertema “Public Affairs Masyarakat dan Pemerintah Sulawesi Tengah di Indonesia” ini dihadiri perwakilan 13 paguyuban warga Sulteng di Jabodetabek, dengan agenda utama memilih ketua umum baru.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulteng, Rohani Mastura, Gubernur Sulteng Rusdi Mastura menyambut baik penyelenggaraan Mubes I IKST ini.

“Saya berharap IKST dapat menjadi wadah pemersatu dan penghubung antarelemen masyarakat yang memiliki keterkaitan emosional, asal usul dan kekerabatan dengan Sulawesi Tengah,” katanya.

Ketua SC (steering commitee) Mubes I IKST yang juga merupakan inisiator Mubes, Mulyadin Malik, mengatakan, Mubes yang diisi tiga rapat pleno ini mengagendakan pembahasan AD/ART, program kerja dan rekomendasi. Poin yang akan disepakati di antaranya adalah mengubah status IKST yang pada kepengurusan 2015-2020 hanya didasarkan pada akta notaris, akan menjadi organisasi berbadan hukum, dan memilih siapa yang akan menjadi pengurus IKST untuk lima tahun ke depan.

“Wadah ini (IKST, red) sangat penting bagi 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, dan 13 paguyuban yang ada Jabodetabek,” katanya.

Sempat terjadi sedikit kericuhan dalam acara ini, karena Sekjen IKST periode 2015-2020, Yules Kelo, memprotes pelaksanaan Mubes. Terlebih karena kepengursannya dinyatakan demisioner oleh para inisiator Mubes.

Kata dia, dalam AD/ART IKST tidak ada istilah demisioner, dan menurut dia, kalau ingin memilih ketua baru, maka harus menyelenggarakan Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa), bukan Mubes. Dia bahkan menilai acara itu ilegal.

Namun, argumen Yules dipatahkan para inisiator, antara lain oleh Budi Ace, karena katanya, seharusnya pada tahun 2020 pengurus telah menyelenggarakan pemilihan ketua baru, tetapi tidak dilakukan, dan bahkan malah menjadi vakum.

Padahal, sangat banyak diaspora Sulteng di Jabodetabek yang membutuhkan bantuan IKST saat menghadapi masalah, seperti ketika sakit, membutuhkan biaya pendidikan, dan lain sebagainya.

Dan tak hanya itu, nonaktifnya IKST juga dituding menjadi penyebab kurang majunya masyarakat Sulteng yang berdiaspora di Jabodetabek, kalah dibanding diaspora dari provinsi lain.

Keributan kecil ini dapat diatasi dengan bersuaranya para tokoh Sulteng, termasuk pengurus pertama saat IKST dibentuk tahun 1985.

Mulyadin mengatakan, untuk menjaga kesatuan dan persatuan warga Sulteng di Jabodetabek, pengurus IKST periode 2015-2020 akan dilibatkan dalam pengurusan yang akan terbentuk dari Mubes I

“Agar kita semua bisa sama-sama memajukan warga Sulteng di Jabodetabek,” katanya. (bwo)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Harus Baca
- Advertisement -spot_img
Artikel terkait
- Advertisement -spot_img