- Advertisement -spot_img
BerandaEKONOMIIni 6 Rekomendasi Langkah Sukses Transformasi Digital bagi Pelaku UMKM dari Telkom...

Ini 6 Rekomendasi Langkah Sukses Transformasi Digital bagi Pelaku UMKM dari Telkom dan BCG

- Advertisement -spot_img

B20 Digitalization Deputy Chair sekaligus Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid menyampaikan paparannya terkait hasil studi yang dilakukan oleh Telkom dan BCG pada side event B20 Digitalization Task Force, MSMEs Report 2022. (foto ist)

 

indoposnews.id – B20 Digitalization Task Force menggelar side events MSMEs Reports 2022. Yakni berupa diskusi dan peluncuran hasil studi yang dilakukan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama dengan Boston Consulting Group (BCG) mengenai dampak digitalisasi bagi pemulihan dan pemberdayaan UMKM, di studio SEA Today, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Adapun SeaToday dalam hal ini merupakan partner utama Telkom Indonesia dan BCG dalam mempromosikan dan memperluas informasi MSME Reports 2022 dari Indonesia ke publik.

Untuk mengatasi hambatan yang dialami pelaku UMKM, riset Telkom Indonesia dan BCG memberikan 6 rekomendasi strategis yang dapat mendukung transformasi digital UMKM.

Pertama, penggunaan teknologi digital untuk menetapkan strategi, riset pasar terkait produk yang diminati konsumen.

Kedua, menggunakan platform e-commerce atau teknologi cloud untuk membantu UMKM mencari pemasok barang dan jasa serta membangun kolaborasi yang memungkinkan pelaku usaha sektor ini membangun infrastruktur digital dengan biaya yang efektif dan terukur.

Ketiga, UMKM akan mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas.

Keempat, dengan mengadopsi teknologi digital akan membuat pelaku UMKM meningkatkan skil dan pengetahuannya terkait digitalisasi.

Kelima, UMKM mudah mengakses pembiayaan. Hal ini tentunya harus didukung juga oleh pemerintah dan lembaga swasta yang memberikan akses pembiayaan yang adil dan berkelanjutan bagi UMKM.

Keenam, untuk mendorong transformasi digital bagi UMKM, perlu ada regulasi atau kebijakan yang mendukungnya, terutama yang bisa menjaga keseimbangan antara UMKM dengan perusahaan besar.

Regulasi tersebut bisa mencakup kebijakan mengenai insentif perpajakan dan pengakuan Kekayaan Intelektual (HAKI).

Peluncuran hasil studi ini menghadirkan dua orang pembicara, yakni B20 Digitalization Deputy Chair and Director of Digital Business of Telkom Indonesia, Fajrin Rasyid dan Managing Director dan Partner BCG, Davids Tjhin.

Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid (kanan) bersama Managing Director dan Partner BCG Davids Tjhin (kiri) dalam sesi diskusi peluncuran hasil studi Telkom dan BCG pada event MSMEs Report 2022, pada (1/9/2022) (foto ist)

Dalam studi yang dilakukan BCG dan Telkom Indonesia berjudul “Powering up a post-pandemic rebound for MSMEs through digital transformation”

(https://www.bcg.com/publications/2022/powering-up-post-pandemic-rebound-for-msmes) terlihat bagaimana digitalisasi berkontribusi besar bagi lebih dari 60% UMKM dalam mencari pelanggan dan pemasok barang-barang yang diperdagangkan oleh mereka.

B20 Digitalization Deputy Chair sekaligus Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Fajrin Rasyid, mengatakan di negara berkembang seperti Indonesia, sektor UMKM merupakan pilar utama perekonomian nasional dengan berkontribusi 60% bagi PDB.

“Hasil penelitian kami sesuai dengan data Kemenkop UMKM tahun 2021 yang memperlihatkan bahwa UMKM memberikan lapangan kerja bagi 97 persen (117 juta pekerja) yang 64,5 persennya merupakan kaum perempuan dan memberdayakan ekonomi lokal,” kata Fajrin, dalam keterangan persnya, Rabu (7/9/2022).

Selain memperlihatkan dampak positif platform digital bagi UMKM, laporan tersebut juga menunjukkan bagaimana mereka menghadapi tantangan besar selama pandemi COVID-19.

Selama pandemi, banyak UMKM yang bangkrut karena pembatasan mobilitas sosial. Sementara yang lain kekurangan modal untuk mengembangkan usahanya.

Mengenai dampak Covid-19 terhadap UMKM, Managing Director dan Partner BCG, Davids Tjhin melihat bisnis UMKM terus menghadapi tantangan terutama di masa pandemi dan ini memberikan dampak sangat serius kepada ekonomi rumah tangga.

“Pada penelitian yang dilakukan BCG dan Telkom, dampak pandemi bagi Indonesia, khususnya pada sektor bisnis sangat serius. Semua sektor usaha, baik perusahaan skala besar maupun UMKM mengalami penurunan pendapatan hingga lebih dari 80%,” ujar Davids.

Persoalannya, kata Davids, pelaku UMKM juga dirundung persoalan klasik yang bertambah parah dengan adanya pandemi.

Dukungan pendanaan (57%) adalah tantangan yang paling signifikan, diikuti oleh kesulitan di pusat pelatihan dan pembelajaran digital (49%), dukungan regulasi (43%), dan kebutuhan akan layanan konsultasi atau pendampingan bisnis (32%).

Langkah Strategis Atasi Hambatan

Fajrin juga mengatakan transformasi digital menyediakan platform penting untuk mendukung dan meningkatkan peluang bagi UMKM selama periode yang penuh tantangan ini.

Teknologi digital, sambungnya, dapat memberikan akses yang sangat berharga untuk memastikan kelangsungan bisnis saat mengakses pasar baru yang sedang berkembang secara nasional, regional, dan global.

“Teknologi digital juga memberikan jalur yang bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan proses dan cara kerja, dan mengurangi biaya bisnis yang sedang berlangsung,” pungkas Fajrin. (rls)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Harus Baca
- Advertisement -spot_img
Artikel terkait
- Advertisement -spot_img