- Advertisement -spot_img
BerandaEKONOMIDukung Pembangunan Infrastruktur, Kolaborasi Tingkatkan SDM Konstruksi yang Kompeten dan Bersertifikat

Dukung Pembangunan Infrastruktur, Kolaborasi Tingkatkan SDM Konstruksi yang Kompeten dan Bersertifikat

- Advertisement -spot_img

Keterangan foto: Direktur Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR Republik Indonesia, Dr. Dedy Natrifahrizal Dedisky Nazaroeddin SE, M.S I,

indoposnews.id – Seiring dengan kebutuhan dan pertumbuhan infrastruktur di Indonesia, diperlukan upaya untuk menghasilkan produk infrastruktur yang berkualitas. Dengan proses konstruksi yang efektif dan efisien. 

Oleh karena itu diperlukan tenaga kerja konstruksi yang kompeten. Salah satu tantangan dalam pembangunan infrastruktur saat ini adalah peningkatan kualitas SDM di sektor konstruksi.

Hal itu diungkapkan Direktur Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR Republik Indonesia, Dr. Dedy Natrifahrizal Dedisky Nazaroeddin SE, M.S I, di acara konferensi bertajuk Strategi Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Indonesia, yang digelar di Plenary Room Infrastructure Connect 2022 Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Acara tersebut merupakan bagian dari gelaran Infrastructure Connect 2022 yang merupakan pameran tahunan terkait konstruksi dan infrastruktur yang terdiri dari Konstruksi Indonesia, Indonesia Infrastructure Week, dan Beton Indonesia, diadakan oleh tiga institusi berbeda.

Yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia.  

Dedy menambahkan, sektor konstruksi membutuhkan SDM yang kompeten dan bersertifikat. Sebagaimana diamanatkan dalam UU nomor 2 tahun 2017 tentang jasa Konstruksi. Bahwa setiap tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja.

“Begitu pula bagi penyedia jasanya wajib mempekerjakan tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat,” ujarnya.

Namun pada realitanya jelas Dedy kesenjangan terhadap SDM konstruksi yang kompeten dengan kebutuhan dunia usaha dan industri masih menjadi isu utama hingga saat ini.

“Jumlah tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat masih jauh dari harapan. Saat ini Kurang lebih 10 persen dari Angkatan kerja di sektor konstruksi. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama dalam rangka meningkatkan  tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan bersertifikat,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, jelas Dedy, ini bisa ditempuh dengan pelatihan pendidikan dan uji kompetensi. Serta strategi meningkatkan kualitas penyelenggaraan dari penyelenggaraan pelatihan itu sendiri.

“Adanya kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan juga merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan kompetensi secara berkesinambungan,” ujarnya.

Untuk mewujudkan itu, Pemerintah tidak bisa sendiri, harus berkolaborasi dengan stakeholder terkait. Ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat menjadi salah satu penentu kualitas dan kesuksesan infrastruktur di Indonesia.

“Dimana pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan ekonomi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi – LPJK, Ir. Taufik Widjoyono, M.Sc mengatakan, kita saat ini mempunyai PR besar untuk memastikan konstruksi yang kita bangun berkualitas, aman, selamat.

“Namun saat ini kita sedang menghadapi masalah besar mengenai tenaga ahli. Jumlah tenaga ahli yang kurang. Itu direfleksikan dari terjadinya pencomotan nama-nama orang untuk menjadi penanggung jawab di perusahaan tanpa memberi tahu dan tanpa membayar,” jelas Taufik.

Itu menunjukkan jumlah tenaga ahli yang kurang. Dari jumlah yang kurang tersebut, Taufik menegaskan kita harus pastikan tenaga ahli didapat melalui cara yang benar.

“LPJK selama bertahun-tahun memberikan sertifikat. Sekarang sudah dialihkan ke LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi). Kita melakukan monev supaya LSP berjalan benar. LPJK bekerja sama dengan BNSP supaya LSP bekerja dengan benar,” ujarnya.

Taufik menegaskan LPJK akan selalu mendukung kesehatan industri konstruksi yang baik. Iapun mendukung adanya kompetensi tenaga kerja konstruksi.

“Dengan adanya kompetensi ini ada 3 yang ingin kita pastikan. Pertama knowledge dia, kalau tenaga ahli gedung yah pernah belajar mengenai gedung. Kedua, skill, bisa membangun atau melakukan sesuatu dan yang ketiga integritasnya,” ujar Taufik.

“Dengan begitu tidak ada lagi cerita bangunan yang ambruk atau ada bangunan yang gagal bangun,” pungkasnya. 

Konferensi Strategi Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Indonesia, menampilkan sejumlah pembicara dengan subtema.

Yakni, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Narasumber: Ir. Siwi Subekti M.T.  Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi Jasa Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

Kemudian, Bakuan Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Indonesia. Dengan Narasumber: Riky Aditya Nazir, S.T,M.T.  Kepala Subdirektorat Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

Peran LPJK dalam Penyelenggaraan Jasa dan Usaha Konstruksi Indonesia. Narasumber: Dr.Ir Syarif Burhanuddin, M.Eng, Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi – LPJK Bidang VI Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

kemudian pada siang harinya juga kembali digelar diskusi, dengan Tema    :    K3 Sebagai Dasar Usaha yang Berkelanjutan, Resilien, dan Tangguh. 

Sambutan oleh Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang PUPR & Infrastruktur, Ir. Insannul Kamil, Ph.D, IPM, ASEAN Eng.

Peran Asosiasi Profesi Dalam Pembinaan Kompetensi K3 Konstruksi, dengan Narasumber: Ir. Desiderius Viby Indrayana, ST., MM., MT., IPU.,ASEAN.Eng. Ketua Komite Tetap Pengembangan dan Pembinaan Konstruksi Kadin Indonesia Bidang PUPR & Infrastruktur.

Lessons Learned dalam Implementasi K3 Konstruksi di Indonesia. Dengan Narasumber: Subkhan, S.T., M.PSDA, IPM. Direktur PT Waskita Beton Precast, Tbk / Ketua Umum Forum QHSE BUMN Konstruksi.

Peran Keselamatan Konstruksi dalam Penyelenggaraan Proyek Konstruksi Berkelanjutan. Dengan Narasumber: Prof. Dr. Manlian Ronald A. Simanjuntak, S.T., M.T. Pengurus Bidang V Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi – LPJK. (dri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Harus Baca
- Advertisement -spot_img
Artikel terkait
- Advertisement -spot_img