- Advertisement -spot_img
BerandaNEWSCegah Covid-19, Perkuat PPKM Mikro dan Pengetatan Arus Balik Pasca Lebaran

Cegah Covid-19, Perkuat PPKM Mikro dan Pengetatan Arus Balik Pasca Lebaran

- Advertisement -spot_img

indoposnews.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, usai libur Lebaran.

“Tadi arahan bapak presiden untuk memperkuat PPKM Mikro. Baik di tempat mereka berangkat, maupun di tempat tujuan di daerah di Jakarta,” ujar Airlangga saat jumpa pers usai rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (17/5/2021).

Lebih lanjut Menko Airlangga mengatakan, warga yang mudik meninggalkan Jakarta mencapai 1,5 juta orang. Sekitar 1.023.290 orang mudik ke daerah di Pulau Jawa. Sementara sekitar 440 ribu orang mudik ke Pulau Sumatera.

“Selain memperkuat PPKM Mikro, pemerintah juga memberlakukan tes acak (random test) kepada pemudik yang kembali ke Jakarta,” ujarnya.

Lebih lanjut Menko Airlangga mengatakan, Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar ada pemeriksaan ketat di pintu masuk Pelabuhan Bakaheuni Lampung. Khusus untuk yang dari Sumatera dilakukan mandatory check di Pelabuhan Bakaheuni. Dan juga di tempat mereka berangkat.

“Tentunya kita berharap bahwa mereka yang masuk ke Jawa, terutama dari wilayah yang naik itu sudah aman dari COVID-19,” ujarnya.

Sementara itu, Menko Airlangga juga menjelaskan perkembangan kasus COVID-19 relatif masih terkendali. Di mana kasus aktif nasional 5,3 persen dibanding global 11,09 persen.

Sedangkan tingkat kesembuhannya mencapai 92 persen, dibandingkan global yang 86,83 persen. Selain itu, jelas Menko Airlangga, kasus aktif COVID-19 nasional juga mengalami penurunan sebesar 48,6 persen dari puncak kasus pada 5 Februari lalu.

“Kasus aktif minus atau mengalami pengurangan 7.595 dalam satu pekan terakhir dengan saat ini berada dalam kisaran 90.800,” ujarnya.

Namun, ada 15 provinsi kasus aktif meningkat. Yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Maluku, NTB, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

“Dibanding pekan pertama April, kasus mingguan di pulau Sumatera ada tren meningkat. Dan kita memonitor mobilitas penduduk pasca libur lebaran dari Sumatera ke Jawa,” pungkasnya. (dri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Tetap Terhubung
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Harus Baca
- Advertisement -spot_img
Artikel terkait
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini